Jentik Nyamuk: Ancaman Tersembunyi dalam Sistem Hidroponik


Jentik Nyamuk: Ancaman Tersembunyi dalam Sistem Hidroponik




Sistem hidroponik telah menjadi pilihan populer bagi para petani modern karena efisiensinya dalam penggunaan air dan ruang serta hasil panen yang lebih cepat. Metode menanam sayuran secara hidroponik juga sudah sering di terapkan di rumah-rumah warga karena banyak media yang sering mengiklankan kemudahan berkebun dengan metode ini. Beberapa material yang diperlukan untuk membuat sistem hidroponik juga sangat mudah untuk ditemukan, antara lain pipa PVC, bak atau wadah air, pompa air, timer atau kontrol irigasi, media tanam seperti batu apung atau arang, larutan nutrisi hidroponik, dan tentu saja, bibit tanaman yang akan ditanam. Namun, keberhasilan sistem ini juga membawa risiko baru yang tidak terduga, yaitu keberadaan jentik nyamuk di dalamnya. Sistem hidroponik, dengan pipa-pipa dan wadah airnya, dapat menjadi tempat ideal bagi jentik nyamuk untuk hidup dan berkembang biak. Bahkan, keberadaan nutrisi dalam air hidroponik dapat meningkatkan laju perkembangbiakan jentik nyamuk.


 

Gambar 1. Hidroponik sayuran di wadah dengan air menggenang

Sumber gambar: koleksi foto field biologist publications


Genangan air dalam wadah tempat tumbuh sayuran menjadi tempat favorit nyamuk bertelur karena akses nyamuk masuk ke dalam wadah tersebut mudah. Berbeda dengan sayuran hidroponik yang ditanam di pipa dengan air mengalir saat sudah besar, selama proses penyemaian dan tanaman mulai tumbuh biasanya hanya menggunakan wadah yang airnya tidak mengalir. Air yang menggenang atau tidak mengalir memang sangat cocok untuk nyamuk bertelur. Kondisi air yang berbeda-beda membuat jenis nyamuk yang bertelur disana juga berbeda baik itu airnya kotor atau bersih. Menurut Sianipar et al. (2018), nyamuk Culex sp. dapat bertelur di air yang bersih maupun air yang kotor (organik) serta di tempat genangan air domestik atau air hujan di atas permukaan tanah. Nyamuk Aedes sp. banyak bertelur di tempat-tempat berisi air bersih yang berdekatan letaknya dengan rumah penduduk, biasanya tidak melebihi jarak 500 meter dari rumah. Untuk membunuh jentik nyamuk yang berada di genangan adalah hidroponik dapat menggunakan larvasida.


Nyamuk sangat penting untuk dikendalikan karena sifatnya sebagai vektor penyakit yang sangat merugikan manusia. Seperti yang sudah banyak diketahui, nyamuk Aedes sp. dapat menularkan demam berdarah, chikungunya, dan zika. Nyamuk Anopheles sp. dapat menularkan malaria serta nyamuk Culex sp. dapat menjadi vektor penyakit Japanese Encephalitis. Metode paling efektif untuk mencegah meningkatnya populasi nyamuk dalam konteks ini adalah dengan memastikan sistem hidroponik yang digunakan tidak memberikan tempat yang memungkinkan nyamuk untuk berkembang biak. Penggunaan sistem tertutup atau penggunaan larutan nutrisi yang tidak menimbulkan genangan air dapat membantu mengurangi risiko peningkatan populasi nyamuk di sekitar area pertanaman sayuran hidroponik. Selain itu, pemeliharaan kebersihan dan sanitasi secara rutin juga penting untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk di sekitar lokasi tumbuhnya sayuran hidroponik.



Gambar 2. Jentik nyamuk di air genangan wadah hidroponik 

Sumber gambar: koleksi foto field biologist publications



Gambar 3. Jentik nyamuk di wadah  tempat penyemaian tanaman

Sumber gambar: koleksi foto field biologist publications




Pupuk Sayuran Hidroponik Dapat Membunuh Jentik Nyamuk


Menurut Lukiyono & Rohmayani (2022), salah satu alternatif untuk mengendalikan larva nyamuk adalah dengan menggunakan nutrisi dari pupuk hidroponik AB Mix. Metode ini adalah metode yang paling mudah karena selain baik untuk tumbuh kembang tanaman, pupuk ini juga dapat membunuh jentik nyamuk. Nutrisi dalam hidroponik AB Mix dibagi menjadi 2 yaitu nutrisi  yang mengandung unsur makro dan yang mengandung unsur mikro. Nutrisi yang mengandung unsur makro dibutuhkan dalam jumlah banyak seperti N, P, K, S, Ca, dan Mg. Nutrisi yang mengandung unsur mikro dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit seperti Mn, Cu, Zn, Cl, Cu, Na dan Fe. Bahan aktif yang diduga dapat digunakan sebagai larvasida adalah Fe dan Cu. Fe yang terkandung pada minyak jarak pagar dapat digunakan sebagai larvasida alami. Cu dengan konsentrasi tertentu (0,5% dan 0,75%) dapat digunakan sebagai larvasida alternatif.





Referensi 


Sianipar, M., Y., Anwar, C. & Handayani, D. 2018. Identifikasi Larva Nyamuk di Tempat Penampungan Air Serta Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Petugas Kebersihan Tentang Perkembangbiakan Nyamuk di Taman Wisata Sejarah Bukit Siguntang Palembang. Jurnal kedokteran dan Kesehatan, 5(2), pp.78-88. 


Lukiyono, Y., T. & Rohmayani, V. 2022. Efektifitas Nutrisi Hidroponik AB MIX Sebagai Larvasida Alternatif Larva Nyamuk Aedes aegypti. The Journal Of Muhammadiyah Medical Laboratory Technologist, 5(1), pp.24-28. 








Author: Isnaeni Nur A.




.